Thursday, December 11, 2008

KASIH


1 Kor 13 : 4 – 8a.

Betapa berbedanya arti ayat-ayat ini pada saat dulu gw baca dengan sekarang ini. Dulu gw ngerasa ngerti, ga susah nerapin ayat ini di hidup gw. Gw pikir dari beberapa kriteria yang ada, gw bisa nerapin minimal setengahnya. Iya, setengahnya…

Sekarang ini – setelah entah keberapa kalinya gw baca – gw baru sadar bahwa gw ternyata ga tau apa-apa soal kasih. Betapa dangkalnya pemahaman gw waktu itu. Bahwa ternyata selama ini gw tidak benar-benar mengasihi…

Ternyata, gw kurang bisa bermurah hati. Curiga begitu ada orang yang minta bantuan. Apa dia mau ngerjain, apa memanfaatkan kebodohan gw ? Apa ada motif dibaliknya… Selalu berpikir negatif..

Ternyata gw ga tau apa-apa soal kasih yang tidak cemburu. Iri kalo orang lain bahagia. Gw kadang suka berpikir, kenapa gw nggak bisa kayak mereka. Gw suka ngomong sama diri gw sendiri bahwa mungkin orang lain juga melihat gw dan mereka mikir “kapan ya, gw kayak dia…” Tapi memang sangat menyakitkan melihat begitu bahagianya orang lain dengan kehidupannya, sementara keadaan gw semakin menurun dalam satu sisi...
Gw juga suka cemburu kalo mendengar berita yang kurang enak tentang – katakanlah gw punya cowok suatu saat - si dia sama siapaaa gitu. Ya jelas cewek lah, gimana sih lo… Tapi itu bukan nggak ada alasannya. Gw punya beberapa pengalaman buruk di masa lalu. Tapi sebenernya itu ga bisa dijadiin alasan kenapa gw harus menjadi paranoid.

Gw juga belum berhasil mengatasi masalah memegahkan diri dan kesombongan. Kadang-kadang suka terselubung lagi. Munafik. Keliatannya gw merendah, padahal dalam hati gw suka muncul pikiran “ternyata gw bisa juga…” Haloo.. padahal gw bisa karena Tuhan yang nolong… Gw pengen orang tau prestasi-prestasi gw… Kadang gw suka malu sendiri kalo udah gitu. Kok pengen dipuji… Malu-maluin…

Gw suka nggak sopan sama orang yang lebih tua, sama sesama gw.. ga berusaha menangkal pengaruh dunia sekitar.

Gw juga sering melakukan sesuatu kalo itu menguntungkan diri gw pribadi. Kalo ga sekarang, minimal nanti. Kadang suka membandingkan. Dulu dia nolong gw segimana… gw bakal nolong orang segimana… Di hati gw suka mulai hitung-hitungan… Kalo nggak berpikir dia udah minta tolong sekian banyak, kok gw ga dapet timbal-baliknya…

Percaya segala sesuatu ? Mengharapkan segala sesuatu ? Gw tau kadang hidup ga gampang, jatuh bangun kalo mau ngedapetin sesuatu. Begitu beberapa kali gagal, males nyoba lagi... Padahal hidup itu ga gampang, dan untuk sukses - dalam hal apapun - ya musti persistent.. gitu.. Trus kadang jadi ragu akan kuasa Tuhan. Nah lo. Ini yang gawat...

Tapi kadang gw suka diingetin dengan khotbah beberapa hamba Tuhan. Di titik terendah dalam hidup gw, ketika gw seperti ngerasa Tuhan nggak hadir di deket gw, ga ngerasa pertolongan Tuhan, Tuhan itu tetap ada. Tetap pegang tangan gw. Tetap ngasih kekuatan supaya gw bisa jalani hari-hari gw... Dia malah gendong gw, hapus air mata gw, meluk gw...

Dan suatu saat, gw pasti bisa lihat harapan gw jadi kenyataan...

Satu ini yang lebih hebat. Sabar menanggung segala sesuatu ? Emosi gw kadang suka naik kalo berulang-ulang diperlakukan nggak adil, lebih-lebih kalo orangnya ga nyadar dia sudah menyakiti begitu dalam. Duh. Rasanya pengen teriak. "Tuhan, belalah saya !"... gitu pikiran gw.. Tapi begitu pertolongan 'ga kunjung datang', gw langsung kecewa dan bilang... "Tuhan... kapan pertolongan itu datang ? Kok dia terus begitu ? Kok keadaan malah makin ancur ?" Aduuh... Sakit rasanya.


Inget firman yang bilang kita musti mengampuni 70 kali 7 kali ? Yah. Bayangkan orang itu... orang terdekat, orang tersayang atau orang yang kita hargai - menyakiti kita


berkali-kali


dengan kesalahan yang itu-itu lagi


malah kita yang jadi minta maaf


terus ngulangin lagi... Atau nuduh kita yang salah. Difitnah lagi. JRENG !


GIMANA ? Gampang ? Mau sabar ? Kadang-kadang susah...


Gw masih harus belajar banyak soal kesabaran...


Kasih tidak berkesudahan. Ini lagi. Kalo udah lama, orangnya ngeselin, masih bisakah mengasihi ? Iya kalo dia keluarga, biasanya mungkin lebih gampang. Orang lain? Sudah disakiti sama dia, masih bisakah kita mengampuni terus mengasihi dia seolah-olah kejadian-kejadian sebelumnya ga membekas di hati kita ? Gimana ? Gw merasa agak terhapus sedikit demi sedikit. Apalagi kalo orang itu tidak menunjukkan tanda-tanda yang menyenangkan... Gimana? Masih bisa ?


Berjuang dan terus berjuang.


Gw mau 'retreat' dulu, nanya lagi sama Tuhan, mendekat lagi sama Tuhan. Supaya gw bisa ngerti sebenernya maunya Tuhan gimana, dan supaya gw bisa ngejalaninnya...


Gw harus belajar lebih banyak lagi soal kasih. Dari nol lagi.



Cheers...




Monday, December 01, 2008

Cash flow problem :D - Don't count your chicken before they're hatched.



Have you done impulsive decisions which made you perplexed afterwards? Especially when it's about salary management ? :) I'm in that situation nowadays...



I bought a new cell phone on the other Sunday, using my credit card. I thought I've calculated everything, and since I'll get my Christmas benefit in this mid-December, it'll be okay if I bought the cell phone - and for me it's quite a big number of rupiah... :)


But then I realised that I've missed a few things...


I think it's only one week until I receive my benefits from school, but actually I just found out that it will be given in the third week. (A good lesson about "don't count your chicken before they're hatched") Haha...


Then I just realised that I have a lot of things to pay for. The cooling pad I ordered from my colleague, the wallet - which is also ordered last month from the administration staff, the pot luck lunch which will be held on December 9, the excursion with the students which will be held on December 16 - it is paid by the school but I need to buy snacks there... Aren't I ?... And I was left with only a week's meal money... Hahahaha...


Then I thought, OK. I'll try to trick it with my credit card - again... :D

So on Sunday, I bought supplies for breakfast and dinner which I think will be enough for at least two weeks. The bread spreads, instant noodles, biscuits, and beef floss. Those will make a good standard meal for two weeks :P


Then I think I have to restraint my self of being consumtive on weekends.. (which is a hard thing to do.. I think..) and I should go to my sister's house for free meals... (Hiks...)


And for safety, I think I have to borrow some money just for emergencies, until I get my Christmas benefit. AAAA...... This is the thing that I avoid usually... Humiliating... But let's see on Dec 13...


Well, at least I can gain a lesson from this. I should be careful with the planning, especially when it comes to the credit card. Actually I could've paid my credit card bill with the minimum amount, but I always think that i never want to pay unecessary interest, so I paid it in full amount anyway. But I thought it was not a better idea either...


Well... Anyway... I'm still lucky I live in Indonesia.. (Heheh... for Indonesian, you'll fell yourself lucky in ANY situation - even the when worst cases happen... :D ) You still can buy cheap but healthy foods - and for your info, they're not junk food at all. I can cook my own rice, and eat it with the beef floss, sweet soy sauce, fried egg - and you'll still will get good nutritions. If you want it, you'll enjoy good food by going to your relatives' houses. AHAHAHA.....


And hey ! I just remember that it's just a good example of the "cash flow problem" I just taught to my students. A real case study. Maybe I have to ask "my debtors" to pay early ? Or next time I have to delay my expenses ? Like delaying my payment ? Well the last one is not a good idea.. I'll skip it. AHAHA...


Oh well... I think I will survive the three weeks... :D



Cheers

2 Corinthians 4:8-18


8 We are pressed on every side by troubles, but we are not crushed. We are perplexed, but not driven to despair. 9 We are hunted down, but never abandoned by God. We get knocked down, but we are not destroyed. 10 Through suffering, our bodies continue to share in the death of Jesus so that the life of Jesus may also be seen in our bodies.
11 Yes, we live under constant danger of death because we serve Jesus, so that the life of Jesus will be evident in our dying bodies. 12 So we live in the face of death, but this has resulted in eternal life for you.
13 But we continue to preach because we have the same kind of faith the psalmist had when he said, “I believed in God, so I spoke.”[
a] 14 We know that God, who raised the Lord Jesus,[b] will also raise us with Jesus and present us to himself together with you. 15 All of this is for your benefit. And as God’s grace reaches more and more people, there will be great thanksgiving, and God will receive more and more glory.
16 That is why we never give up. Though our bodies are dying, our spirits are[
c] being renewed every day. 17 For our present troubles are small and won’t last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever! 18 So we don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen. For the things we see now will soon be gone, but the things we cannot see will last forever.

Thursday, November 13, 2008

From "The Lady in waiting" - jawaban.com

"Bapa, hatiku lembut, rapuh dan mudah pecah.
Aku telah mencoba untuk mencari orang yang akan menyayangiku,
tanpa melihat pandangan-Mu.
Hatiku telah hancur dan emosiku memar.
Aku minta Engkau mengambil dan menjaga hatiku.
Aku akan memilih untuk tidak mempertimbangkan pikiran-pikiran
dan emosi cinta yang menyebabkan aku menyerahkan hatiku
dengan begitu mudah.
Aku akan segera datang kepada-Mu
waktu aku mulai merasa aku jatuh cinta.
Tolong pegang kunci hati dan emosiku
sampai hari dimana aku memberikannya
pada pria yang Engkau persiapkan bagiku."
God, please cheer me up..

Sentuh hatiku - Maria Shandi ... My prayer in a breaking heart


BETAPA KUMENCINTAI
SEGALA YANG T'LAH TERJADI
TAK PERNAH SENDIRI JALANI HIDUP INI
SELALU MENYERTAI


BETAPA KUMENYADARI
DI DALAM HIDUPKU INI
KAU SLALU MEMBERI RANCANGAN TERBAIK
OLEH KARENA KASIH


BAPA, SENTUH HATIKU, UBAH HIDUPKU
MENJADI YANG BARU
BAGAI EMAS YANG MURNI
KAU MEMBENTUK BEJANA HATIKU

BAPA, AJARKU MENGERTI SEBUAH KASIH
YANG SELALU MEMBERI
BAGAI AIR MENGALIR
YANG TIADA PERNAH BERHENTI

Wednesday, November 12, 2008

Something I must learn from the broken relationship


"Satu hal yang sudah pasti," ujarnya. "Anda akan selalu dipengaruhi oleh orang terdekat dalam hidup Anda. Pengaruh ini bisalah baik. Atau bisa juga buruk. Pertanyaan yang setiap perempuan muda dalam hubungan romantis perlu pertanyakan adalah apakah dalam hubungan ini ia menjadi orang yang lebih baik atau tidak... Hubungan tersebut sebaiknya mempengaruhi Anda dalam kebaikan."


"Apa yang akan menarik seorang pria yang lapar dan memiliki hati untuk Tuhan kepada orang yang tidak seperti itu? Jadi jika Anda ingin memperbesar potensi tingkat kesehatan dari hubungan apapun mendatang, anda seharusnya membuat persetujuan dengan diri Anda sendiri sebelumnya. Anda perlu menjadi seseorang apa yang Anda cari."


"Kita belajar banyak dari hubungan-hubungan - bahkan hubungan yang berakhir tidak baik. Hubungan-hubungan mengajarkan tentang diri kita sendiri - kekuatan-kekuatan atau kelemahan-kelemahan, kepekaan dan ketidakpekaan, kemauan untuk berkorban dan mengampuni, kemampuan untuk mempercayai, berbagi, mencintai. Dan hubungan-hubungan mengajarkan kita mengenai hubungan-hubungan - apa yang kita mau dan apa yang tidak (mempelajari apa yang tidak Anda inginkan adalah informasi berharga), apa yang kita butuhkan, dan apa yang sudah pasti kita tidak mau kita lepaskan dalam hidup kita. Semua ini penting bagi kita untuk diketahui dan kebanyakan dari itu bisa dipelajari melalui hubungan kita dengan pasangan kita."


"Desain Tuhan bagi pernikahan yang intim - dekat secara emosional dan keterikatan. Diperlukan satu sama lain - sama-sama memberi, sama-sama tidak mementingkan diri sendiri dan berkorban, sama-sama saling memprioritaskan. Mengetahui bahwa Anda dinomorsatukan membuat Anda percaya dan memberikan diri Anda pada orang tersebut. Dalam konteks cinta ini kita merasakan aman dan dipenuhi. Sedikit dari apapun yang terhilang dari desain Tuhan ini - dan terhilang desain Tuhan selalu membawa kepada hati yang sakit."


Harvey - jawaban.com / crosswalk.com

Tuesday, November 11, 2008

Butterfly - Mariah Carey


When you love someone so deeply
They become your life
It's easy to succumb overwhelming fears inside
Blindly I imagined I could keep you under glass
Now I understand to hold you
I must open my hand and watch you rise


Spread your wings and prepare to fly
For you have become a butterfly
Fly abandonedly into the sun
If you should return to me
We truly were meant to be
So spread your wings and fly
Butterfly


I have learned that beauty
Has to flourish in the light
Wild horses ride unbridled
Or their spirit dies
You have given me the courage
To be all that I can
And I truly feel your heart will lead you back to me when you're ready to land


Spread your wings and prepare to fly
For you have become a butterfly
Fly abandonedly into the sun
If you should return to me
We truly were meant to be
So spread your wings and fly
Butterfly


I can't pretend these tears aren't overflowing steadily
I can't prevent this hurt from almost overtaking me
But I will stand and say goodbye

For you'll never be mine
Until you know the way it feels to fly


Spread your wings and prepare to fly
For you have become a butterfly
Fly abandonedly into the sun
If you should return to me
We truly were meant to be
So spread your wings and fly
Butterfly


Spread your wings and prepare to fly
For you have become a butterfly
Fly abandonedly into the sun
If you should return to me
We truly were meant to be
So spread your wings and fly
Butterfly


So flutter through the sky
Butterfly
Spread your wings and fly
Butterfly

Monday, November 10, 2008

Ready for a new start


Yesterday is gone. I will try not to remember those things again. All that happen in the past.. All hurt, all sadness..

I'll be missurable for a while, but It'll pass, I'll be back on my feet again. I will learn from the mistakes I've made and I will leave for a new beginning.


Ready ? Get set.. Go !!!


Cheers.

Sick ? Again ? ;P


I don't know why I fall sick again. I thought if I rest for a couple of day, I'll be better. But I was wrong. Maybe it's the weather ? Or maybe it's not...


Something's just hanging in my mind lately. Yes, it's a bit hard. And I don't really like it when I have to be sick when I am in such a busy situation :P


Well, lets try to survive the day first, haha...

I think it'll not be that bad.. :)



Cheers.


Thursday, November 06, 2008

A prayer


What would you do if you felt destroyed ?

How can you avoid acting like a spoilt child and stop whinning ?

How could you keep on walking and not crying ?

How would you try to face things instead of hiding ?


How to be strong when you actually are feeling weak inside ?

How to keep on doing while you just want to stop ?

How to keep on being happy

When things just felt like crushing you ?


I only know one place that I can go to.

I can go to my Father's house, everytime I need Him.

He will give a shoulder to cry on, He will wipe my tears.

He can make me stand strong in the time of trouble.

He holds me when I fall, just like these days..


He knows I always desire to serve Him

He knows who I am deep inside

He never ignore me although I just done so many sins

He accepts me and forgives me

He guide me to jump on the rocks of obstacles

Or giving a hand when I need to crush it...


I'm just want to tell the world the greatest things I have with him

Although today I am just like a mute sheep in front of Him

It's not because I don't want to talk to Him

But He knows what I need to tell Him

I'm so tired now... I just want to cry on His chest

I know I'll find comfort in His love


Let me cry now, but tomorrow I will stand tall

I'll find new strength because I speak with my Father

I will get it through, I know...

I'll never be alone, although everyone left me.


My Comforter, please help me...


Why are you downcast, O my soul? Why so disturbed within me? Put your hope in God, for I will yet praise him, my Savior and my God.

Psalm 42 : 11



....... there's hope in Him.......

DOA - menyeberangi "Laut Teberau"



Minggu lalu, gw bicara di depan murid2 secondary di sekolah gw tentang doa. Tentang penantian, kesabaran, ketekunan dan kebebasan dalam berdoa. Ada juga hal2 lain, termasuk jawaban Tuhan tentang doa..

Biasanya kalo gw bicara atau ngebahas sesuatu ke orang lain, gw sendiri juga diuji. Kali ini juga, itu berlaku sama gw..

Iblis memang nggak pernah tinggal diam menggocoh orang yang ingin mendekat dan melakukan kehendakNya, juga terhadap gw yang memang banyak menggumulkan sesuatu dengan Tuhan melalui doa. Bertahun-tahun, banyak doa yang dijawab sesuai apa yang gw doakan, bahkan lebih dari yang gw harapkan. Tapi banyak juga yang dijawab lain, karena Tuhan menganggap ada yang lebih baik untuk gw.

Kali ini, pergumulan gw yang satu ini terasa mendekati titik akhir, tapi sepertinya lain dari yang gw harap.

Memang kadangkala, ketika berdoa, rasanya semua malah menjadi lebih buruk sebelum akhirnya Tuhan ubahkan menjadi hal yang amazing - yang kalo dipikir2 gaaaaaaa mungkin terjadi - or "kok gampang banget ya?" - padahal sebelumnya astagaaaa.. ngejelimet banget..

Nah, entah kenapa.. Tantangan yang gw hadapi selama bertahun2 ini ga selesai2 juga. Bener banget, ora et labora. Berdoa dan bekerja. Gw berdoa, tapi kalo nggak ada tindakan dan ketegasan dari gw - masalahnya akan terus berlanjut. Ini masalah yg gw diemin bertahun2, berharap masing2 akan berubah sehingga sesuai dengan rencana Allah. Tapi... rencana Allahkah ini ? Atau hanya rencanaku sendiri yang kupaksakan sama Allah ?

Kadang suka terlintas di pikiran gw.. Kenapa? Gw tau, kalo ujian kita lebih dari orang lain, itu tandanya kita dipersiapkan untuk sesuatu yang lebih dari orang lain.. Gw cuma ga ngerti... karena pikiran gw yang terbatas...

Kegagalan yang gw alami dalam kehidupan personal gw - membuat gw lebih kuat memang.. tapi melihat orang saling berbagi... bersama-sama menyelesaikan masalah.. kadang membuat gw iri. Heh, tiap orang punya masalahnya masing2.. kita ga liat aja...

Kapanpun kita bisa berdoa sama Tuhan, dan kita bisa mendoakan apapun. Tuhan bisa membuat yang mustahil menjadi mungkin untuk kita...

Itu yang gw percaya. Gw juga percaya, di saat kita merasa sendirian, tidak punya kekuatan dan harapan, di saat kita merasa patah arang, melihat kegelapan di depan, merasa bahwa kita sampai pada titik akhir kekuatan kita, pada saat2 PALING KRITIS sekalipun - di mana kita sampai nggak tau apa yang harus kita lakukan... Tuhan ada di sana - dia memegang tanganku, dia memeluk aku.. dia memberi pelukanNya yang hangat untukku. Menghiburku dengan gadaNya yang kuat..

... Itu yang gw percaya..

Ini saat yang kritis untuk gw.. Dia tahu siapa gw. Gw bukan orang yang tidak punya kesalahan, namun Dia selalu ada untuk gw.. Kekelaman di depan, dalam sisi personal gw, tidak membuat Tuhan jadi nggak ada... Akan ada sesuatu yang cerah di hidup gw..

Gw mau nangis nulis ini... Gw ga tau mau gimana lagi. Gw rasa gw udah ora et labora...

Tapi.. di batas akhir kekuatan gw.. Dia masih ada untuk gw... Gw masih berdoa untuk masalah ini, tapi gw sudah nggak mau ngotot lagi... Dia tau yang terbaik untuk gw...

Gw masih menanti mujizatNya.. gw masih percaya dia mampu menolong gw menyeberangi "laut Teberau" gw... "Firaun dan tentaranya" memang mengejar di belakang.. Tapi - gw yang ga tau harus melakukan apa ini - bertanya pada Tuhan gw... "Apa yang harus saya lakukan, ya Allah ?" Dia pasti menjawab... Walaupun sekarang ini gw harus bercucuran air mata... Seperti tahun2 sebelumnya... Tapi mujizat yang lebih besar lagi akan Dia sediakan...


Itu pasti.


Yang terbaik pasti akan datang.


............."apa yang harus saya lakukan, ya Allah?"


......."Angkat tongkatmu di atas laut...." dan laut pun terbelah...


Laut gw sedang terbelah, dan gw akan berjalan di tanah yang kering...


.....


cheers.

Thursday, October 30, 2008

such a busy and full month :P


Lumajaaaaaaaaaaaan... (baca : lumayaaaaaaaaaaan)


Minggu yang sibuk, begitu masuk aja udah banyak kerjaan. It's not that I'm not grateful sih. Kenapa? Karena gw nganggap itu sebagai suatu pencapaian, hehe. God blesses me so much.


Dua hari ini, walaupun di kantor rame, gw bisa tetep nyelesein pekerjaan yang lumayan numpuk. Ketunda dari lebaran karena kelupaan :D (hehe), nyiapin materi ngajar, meriksa test dan kuis, bikin soal ujian, bikin jadwal ujian, bla-bla-bla... Hehe... tapi, entah kenapa gw tertantang untuk nyelesein. Masa kalah sama males... :D


Dua hari ini juga gitu. Walaupun rame, entah kenapa gw bisa konsentrasi untuk nyelesein kerjaan2 yang gitu-gitu itu... (bahasanya :P) begitu pulang, cape buerat sih, tapi rasanya ada 'pencapaian' yang luar biasa gitu... Bukannya ga ada tantangan lho, anak-anak yang ribut di kelas, interupsi yang ga perlu, badan yang rasanya mau rontok... Tapi gw paksa diri gw untuk ngerjain. Hei, gw kerja jangan bikin malu Tuhan yang udah nempatin gw di sini... :D


God really blesses me ! Hehe... Seneeeng... Gw ga mau bikin malu Tuhan, gw berdoa biar Tuhan sendiri yang kasih gw kekuatan untuk kerja buat Tuhan. Gaji itu bonus besar buat gw... (emang semua juga pengen gaji gede, tapi dari mana gaji gede kalo kita males-malesan kerjanya ? hehe...) Jadi, tiap kali gw ngerasa motivasi gw turun, I try to remember that.


I love working :D


Cheers

Monday, October 27, 2008

Thinking about Indonesia


Pernah ngerasa heran, kenapa Indonesia belum lepas-lepas juga dari keterpurukan? Kenapa Indonesia terus dilanda bencana? Kenapa Indonesia – Negara yang begitu kaya – malah harus menjadi Negara dunia ketiga sekarang?

Jawabannya sebenernya sederhana.. Hanya, itulah kita. Suka membuat rumit persoalan. Dari dulu Tuhan sudah kasih jawabannya, tinggal kita – mau nggak ikut apa yang Tuhan katakan?

‘Lha, emang Tuhan pernah ngomong sama lo ?’

Tuhan bisa ngomong sama kita dengan berbagai cara, iya kan? Salah satunya melalui FirmanNya di dalam Alkitab. Di bawah ini beberapa aja dari apa yang Tuhan bilang kalo mau Indonesia segera pulih..

Hosea 4 : 6
Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah;
karena engkaulah yang menolak pengenalan itu
maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku;
dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu,
maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Kejadian 12 : 3
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Selama masih ada penganiayaan terhadap orang yang percaya kepada Tuhan, maka Indonesia akan terus mengalami keterpurukan. Selama masih ada pengrusakan tempat ibadah, selama umat Tuhan masih dihalang-halangi untuk beribaadah di Indonesia, usaha apapun akan sia-sia, karena Tuhan membela umatnya… Keras memang, tapi itu yang kita baca dari beberapa ayat di atas kan? Sebenernya masih banyak lagi, tapi yang di atas itu cukuplah dulu..

Tuhan nggak pernah dan nggak akan pernah bohong. Mari kita uji FirmanNya.. Kita buktikan Firman Tuhan tentang Indonesia.. Kalo kita menjadi pelaku FirmanNya, maka Indonesia pasti segera pulih..

Ayo kita buktikan !

Cheers..

Thursday, October 23, 2008

Ramalan, Zodiak, Tarot... Is it OK to try them

Apa yang Tuhan katakan tentang ramalan dan zodiak... Ternyata Tuhan ga suka kita nanya peramal (Mama Lauren, Primbon, Zodiak, dsb)

Nih buktinya... Ini Tuhan katakan sama orang Babilonia zaman dulu. Tapi masih relevan untuk diaplikasiin sekarang...

Yesaya 47 : 12 - 15

Bertekunlah saja dengan semua mantra dan sihirmu, yang merepotkan engkau sejak masa kecilmu. Siapa tahu itu berguna bagimu, untuk menakut-nakuti musuh-musuhmu.

Engkau payah karena banyaknya nasihat. Suruhlah peramal-peramal tampil menyelamatkan engkau; mereka yang telah meneliti segala penjuru langit dan mempelajari bintang-bintang, dan pada setiap bulan baru meramalkan apa yang menjadi nasibmu.

Lihat, mereka seperti jerami yang dimakan api; tak dapat mereka menyelamatkan diri sendiri! Nyala api itu terlalu panas bagi mereka, bukan api hangat untuk berdiang.

Itulah faedah para peramal bagimu yang merepotkan engkau sejak masa kecilmu; masing-masing pergi meninggalkan engkau; tak ada yang datang untuk menolongmu."

Kalo gitu, kita masih mau ga, ngikutin zodiak, ramalan, tarot, dsb ? Tuhan bilang di ayat 14 tuh... Nasib mereka di masa datang, dan bahkan mereka nggak bisa menyelamatkan diri mereka sendiri, gimana mau ngasih petunjuk sama orang lain..

Memang banyak alasan yang bisa kita bilang, iseng2 lah.. kalo bagus percayaa.. kalo jelek lupain aja.. Ga begitu jalannya ternyata..

Kalo Tuhan bilang jangan, ya jangan.. Ga ada tawar-menawar.. Kecuali kita mau main2 dengan kehendak Tuhan, yah.. resiko ditanggung masing-masing :-D

Ada yang mau berdiskusi soal ini ? Let's talk :-)


Cheers

Tuesday, October 21, 2008

Thank God


Beberapa hari ini gw denger berita2 kurang baik tentang tetangga kost dan kerabat ibu kost. Agak sedih dengernya.


Tetangga gw - suami istri punya tiga anak. Yang satu masih bayi, perlu banyak susu. Anak pertamanya baru selesai belajar di SMU, tapi nggak lulus ujian. Anak keduanya sekolah di SD. Yang sedih, dia nggak punya penghasilan tetap. Dia dagang di Tanggerang, kecil2an itupun sekarang sepi banget. Katanya, dulunya bagus banget, lancar. Tapi lama kelamaan menurun. Dulu dia punya lapak di pasar kopro daerah tanjung duren, Jakarta Barat, tapi karena menurun maka disewakanlah lapak itu ke orang lain dengan sewa beberapa ratus ribu rupiah sebulan, cukup untuk nutup biaya kost mereka aja. Dan sekarang, digusur... Ga tau kapan mereka bisa ngebangun lagi...

Sekarang suami istri itu cuma mengandalkan penghasilan dari ngojek yang motornya disewa 15 ribu per hari. Penghasilan nggak tetap lah.. Sementara suami istri itu harus menghidupi 3 orang anak. Untungnya, ibu kost gw baik banget dan mengijinkan mereka tidur di salah satu kamar yang kosong. Kadang mereka ga enak hati atau merasa panas, sang bapak atau anak tertua tidur di koridor. Kalo gw keluar karena mendadak pengen ke kamar mandi malem-malem, ga enak banget...


Trus.. keluarga ibu kost datang, mau bawa bayinya yang usia 6 bulan ke harapan kita - jakarta untuk di operasi. Katanya ada sesuatu dengan jantungnya - bocor atau gimana gitu, sehingga harus cepat2 dioperasi.. Man...


Gw jadi sangat bersyukur dengan berkat Tuhan dalam hidupku.. Sangaaat bersyukur. Gw malu sendiri kalo inget gw sering mengeluh ini itu, padahal ga terlalu masalah banget untuk gw.. Yah gitu deh.. Jadi selalu diingetin untuk bersyukur...


Ya. Gw bersyukur Tuhan sangat memberkati gw.


Cheers..

Thursday, October 16, 2008

What a good week :D


Lumayaaaaaaaan...


Minggu pertama kerja langsung sibuk. Kenapa ? Karena gw ga nyadar bahwa selama liburan harusnya gw ngerjain soal ujian untuk anak2 didik gw - ujian tengah semester... Jadilah gw kerja hampir 12 jam sehari... HAHAHA....


Ya sudahlah. Dikerjain juga. Eh, begitu dikerjain, I become addicted :D

Kalo kerjaan belum selesai, rasanya tanggung. Tapi ternyata badan butuh istirahat - untungnya masih nyadar, hehe.. Ga kerasa seminggu hampir terlewati. Besok jumat, besoknya sabtu, weekend deh... :D


Terus, yang menyenangkan, banyak gratisan minggu ini. Kebetulan banget, berhubung keuangan lagi nipiiiis banget karena bayar kartu BCA. Bulan lalu kan beli laptop sebagian duitnya dari situ, hehe. Jadi, akhirnya gw merasakan betapa bahagianya sebagai anak kost yang harus ngirit dapet gratisan.. :D:D

Hari minggu lalu gw pergi sama temen ke kawinan temennya di Balai Sudirman, tau makanannya? Dari puspa catering... udah gratis - enak lagi.. Gw kenyang dan bahagia pulang dari situ, haha... Pulangnya, dapet gratisan dari tetangga kamar karena dia baru selamatan anaknya yang baru lahir. Gw simpen untuk makan besoknya.. hehe.. Kemarin, hari Rabu, gw dapet gratisan dari sisa dana sosial hari kemerdekaan Indonesia di Seroja - Bekasi. Dapet nasi goreng... What a week ! Gratisan 3 kali... Jarang-jarang kan ?


Gw jadi mikir, betapa bahagianya gw sebenernya. Tuhan ga biarin gw kekurangan. Gw masih bisa makan walaupun duit di awal bulan kemarin tinggal sisa beberapa ratus ribu aja. Bener2 tanda bahwa Tuhan tetap setia ngejagain gw walaupun gw kadang ga setia.. Jadi malu..


Yah.. lumayan. Pengalaman yang mengesankan. Siapa pernah bahagia kayak gw ? Mari kita buktikan bahwa kebahagiaan ga bersumber dari uang. Ngirit aja masih bisa bahagia, ya ga ? Hehe...


Cheers.

Saturday, October 04, 2008

Nanny 911


Agape – Nanny 911


Hari ini gw nonton Nanny 911 sambil menunggu teman yang janjian mau nge-wi-fi bareng di IP. Tadinya mau jam 4an setelah dia pulang, tapi dia perlu ke dokter dulu jadi gw pikir mending nunggu di rumah aja n nyalain TV.

Di acara itu, ada sepasang suami istri yang mengadopsi 23 anak dari berbagai negara. Kebanyakan anak-anak itu adalah yang berkebutuhan khusus, entah cacat fisik, atau mental. Kebanyakan juga adalah anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya bahkan ada juga yang mengalami penyiksaan sampai otaknya terganggu, karena itu mereka sangat sensitif dengan kata “selamat tinggal”.

Yang menakjubkan, mereka melakukan semuanya sendirian. Menyiapkan makan pagi, siang dan malam. Mencuci. Mendongeng. Mendengarkan curhat anak-anak. Memisahkan anak-anak yang berkelahi. Sang Ibu, Ann, tidak bisa duduk sama sekali untuk beristirahat. Yang luar biasa, sang ayah pun, Jim, ternyata adalah orang dengan kebutuhan khusus. Tapi, mereka memang luar biasa. 3 nanny yang dikirim dari UK pun terperangah dan sangat takjub melihat pengorbanan mereka. Mereka Cuma memberi, memberi, dan memberi. Gw benar-benar melihat kasih Agape nyata dalam hidup mereka.

Para nanny yang datang selama sehari penuh mengobservasi keadaan rumah itu. Benar-benar luar biasa kata mereka, melihat Ann melakukan semuanya sendirian. Ann seperti gasing namun TIDAK PERNAH MENGELUH. Jadwalnya sangat padat. Dua kata untuk Ann, LUAR BIASA. Namun ada satu yang dilupakan oleh Ann. Taking a break. Istirahat. Sulit sekali memaksa Ann dan Jim untuk pergi bersenang-senang sendirian tanpa anak-anak. Biasanya kalau mereka liburan pun, mereka akan mengajak anak-anak yang paling sulit. Tapi akhirnya mereka bisa pergi walaupun mereka ragu bahwa para nanny bisa sukses menangani anak-anak itu.

Selebihnya adalah cerita yang mengharukan. Saya nggak bisa ceritakan saking panjangnya. Namun yang paling utama adalah : Pengorbanan luar biasa yang diberikan oleh sepasang suami istri yang tanpa pamrih memelihara anak-anak yang sebagian besar “memberontak” karena pengalaman-pengalaman traumatis mereka. Pada akhirnya memang ada perubahan besar yang dibawa para nanny dalam hidup keluarga itu, perubahan positif tentunya.

Waktu itu tiba-tiba kepikiran, “Can I do the same ?” Dan tiba-tiba gw merasa ragu. Ternyata gw harus lebih banyak belajar…

Gw benar-benar terharu…

Ada nasehat yang sering kita dengar namun sangat mengena ketika dikatakan oleh para nanny setelah melihat betapa kuatnya ikatan dalam keluarga itu : Berapa kali pun kita gagal, atau bagaimanapun orang bilang kamu tidak berguna – apalagi karena keterbatasan fisik dan mental kita, kalau kita memilikinya - itu tidak benar. Karena selama kita punya hati dan semangat, kita akan mampu melakukan apapun.


Dan satu hal lagi… Kita masih punya Tuhan. Bersama Tuhan, kita cakap melakukan segala perkara.




Sabtu, 4 Oktober 2008

16.20 – 16.55

Wednesday, September 24, 2008

Pilek


Aneh deh. Belakangan ini, rasanya cuaca lagi ga menentu. Pagi sejuk, siang dingin (maklum masuk ruangan ber-AC, hehe), sore sampai malemnya PUANAAAS ! Tidur aja sampai keringatan. Jadinya, gw pasang kipas angin kenceng2... Kamar gw sirkulasi udaranya lagi ga bagus, dari luar ga ada angin..


Alhasil, karena terekspos sama angin terus, pilek deh. Tenggorokan agak sakit. Untung ga ada kewajiban ngajar hari ini. Rencananya mau beli vitamin tapi lupa beli. Lagi-lagi lupa... :-D


Ayo, semangat ! Makan yang bergizi, supaya nggak sakit menjelang libur ! Rugi kan, hehe...

Monday, September 22, 2008

A Delicious, Malicious Fruit


The bible simply says that Adam and Eve ate the "fuit" not an "apple".


The belief that the forbidden fruit was an apple seems to derive from the fact that the Latin words for apple and devil (malum) are identical, the only difference being the accenting of the word. Thus, apple growers the world over can breathe a corporate sigh of relief : The forbidden fruit is unknown.


:)


Taken from "The Bible for Dummies"

Friday, September 19, 2008

SABAR PART II - IH !


Kalo kita berdoa sama Tuhan minta diberi kesabaran, trus kita dapet banyak masalah hari itu, biasanya apa yang kita pikirin ?


"Kok Tuhan ngijinin masalah mampir di hidup gue sih ?"... Mungkin itu ya ?


Padahal, Tuhan sedang ngabulin permintaan kita.


Kita minta Tuhan menjadikan kita sabar. Tuhan ijinkan si jahat menaruh masalah dalam hidup kita. Kenapa kok gitu ? Supaya kita BELAJAR untuk SABAR.


Iya, gue sering sadar belakangan. Tapi kali ini, ada masalah - yang membuat gue rada terganggu - yang bener-bener menantang gue untuk bersabar. Masalahnya, ujian nggak akan terlalu kerasa kalo asalnya dari orang yang kita kenal, ya nggak ? Nah, inilah intinya. Yang nguji kesabaran adalah karena medianya adalah orang yang kita kenal baik dan sangat kita sayangi. Masalahnya baru mulai malah, dan belum selesai...


Ya Tuhan... Saya kayaknya masih harus banyak belajar...


LIHAT AJA NANTI !


Yah... kalo ada tujuan yang gampang kita capai, pasti gampang juga ilang maknanya.


Akhir-akhir ini, gue rada bersyukur juga, hidup gue nggak semudah orang lain. Walaupun orang bilang gue rada lelet dan lambat belajar, ternyata ada bagusnya. Gue jadi nggak gampang puas dalam mencapai sesuatu. Minimal, walaupun suka ngeluh :), gue jadi gak nyerah sama tantangan... (Walaupun gue sering nyadar belakangan... haha...)


Beberapa bulan belakangan gue lagi suka nonton acaranya Mario Teguh. Walaupun cuma sejam dalam tiap minggu dan diulang dua kali dalam minggu itu, ada yang dikit-dikit nyangkut juga. Misalnya satu nih, gue nggak akan terima begitu aja orang yang mencoba mengecilkan arti diri gue sendiri. Bahkan, gue nggak mau mengecilkan arti diri gue sendiri. But guys, try to take it positively. Bukannya mau nyombong.


Kan akhir-akhir ini ada yang bilang bahwa gue ini LAMBAN, susah mengerti, nggak peka dan berlidah tajam. Seakan-akan mau bilang "nggak ada yang bagus di diri lo, makanya gue males deket-deket lo". Kalo gue nggak salah nangkep maksudnya Mario Teguh, gue mau bilang, "lihat aja nanti. lo liat siapa gue di masa depan."


Ya.


LIHAT AJA NANTI !

Thursday, September 18, 2008

PURPOSE


What is your purpose in doing all things in life ?

Is it for your fame ?

To create a meaningful life ?

As a dedication for your loved ones ?

To create a better future ? - Oh... where in the eternity will you be ?

To share your best with every body ?

To make the best out of the people around you ?


To glorify His Name ? Our God ?


None of the above ? - Oh... that's scary...


That's what I'm thinking everyday.



...




Serius ya ?


Iya lah... :-)

Styrofoam


Udah denger berita yang beredar tentang styrofoam ?

Ini masih kontroversi, cuma menarik untuk di bahas.

Kan sekarang apa-apa mahal. Iya nggak ? Jadi orang pasti cari cara - apa lagi untuk businessman dan businesswoman yang skala gede maupun kecil - untuk nge-press biaya. Pasti lah ya..
Nah, untuk yang jualan makanan, catering, hantaran, de-el-el sekarang ini lagi musim banget pake styrofoam. Itu lho, wadah putih pengganti plastik untuk tempat makanan yang ringaan banget, tapi praktis.
Kenapa pada pake itu ?
Kan murah... Itu yang utama. Dengan bentuk dan besar yang bervariasi dengan tambahan kepraktisannya, harganya cuma berkisar antara Rp. 250 - 400 aja. Kalo dibanding plastik ya jelas menang lah.
Tapi ternyata ada bahaya yang mengancam.
Katanya ya... (kata peneliti dari tipi-tipi lokal) salah satu bahan bakunya adalah bensin. Tambah lagi, kalo diisi makanan, akan melepaskan molekul racun. Terutama sih, yang styrofoam-nya gampang lembek, permukaannya kasar dan keliatan nggak licin karena nggak dilapisi plastik. Terutama lagi, celakanya, gampang di dapat di mana aja - kan selama ada pengguna akan ada yang selalu menyuplai...

Nah lo.

Trus gimana transfernya ?


  1. makanan panas
  2. makanan dingin yang disimpan dalam wadah styrofoam dalam waktu lama
  3. berkadar lemak tinggi
  4. berkadar asam tinggi
  5. de-el-el...

Gimana dong ?

  1. ya jangan pake wadah ginian untuk catering atau hantaran- lagipula itung2 ikut menyelamatkan lingkungan
  2. lapisi dengan material lain - plastik bening atau daun pisang
  3. kalo terlanjur beli atau dapat makanan dalam wadah itu, cepet-cepet pindahin ke piring
  4. bawa wadah sendiri ke tempat beli makanan yang kita tau suka pake styrofoam - lebih bagus lagi untuk menyelamatkan lingkungan.. :)
Inget, selama ada yang pake, akan ada yang nyuplai...
Ada yang mau komen ? Ditunggu... :)

Sibuk... buk... buk... eh... BPKB juga udah ketemu... :)


Lumayan... Rasanya beberapa bulan ini beban kerjaan lagi banyak-banyaknya, keteteran melulu. Temen-temen gue juga begitu. Hampir tiap hari pulang jam 5 atau 6 sore. Bukannya ngeluh lho, tapi ga habis pikir. Kenapa ya ? Rasanya nggak beda jauh dari beban kerja tahun ajaran yang lalu. Tapi kok dulu gue bisa pulang jam 3 an ya ?... Apa dulu terlalu santai ? Hmm... Atau terlalu ngalir ?


Hmm... ada apa dengan kita ? Masa sih, semua guru ada time mis-management ? hehehe...

Ada yang bisa bilang ?

Sekarang memang ada pikiran bahwa gue kok kurang bisa ngejar kekurangan sendiri... terlalu terlena dengan masa lalu. Harus semangat... ngat.. ngat... !!! :)


Oh BTW, BPKB yang ilang yang gue ceritain waktu itu... itu lho, posting yang di bawah...
Udah ketemu pelakunya... Yah, suspect-nya seperti yang gue dan kaka2 gue kira. Kaka gue sekarang lagi ngurusin... Jadi... pujiTuhan, sekarang bisa mikir lagi beli laptop. Cheers, hehe... Thank you for all who had been praying for me. God bless you !

Thursday, September 11, 2008

Looking for my BPKB...


Beberapa hari ini gw lagi sedih. Ada yang ngambil BPKB motor gw, curiganya untuk di gadai. Curiganya juga - karena rumah lagi kosong - yang ngambil ya orang dalem...
Kenapaaa coba... Dia udah tau daku lagi butuh fund untuk beli laptop.
Ya udah... sekarang berdoa dan berusaha. Pengennya sih gw yang salah, sapa tau salah nyimpen. Tapi kalopun gitu, berkali-kali nyari pasti ketemu. Orang nyimpennya di dalam rumah...

Sekeluarga lagi sewa orang untuk nyari di BPR-BPR dan pegadaian. Berharap sama Tuhan, Dia akan adakan mujizat. Nggak ada yang nggak mungkin untuk Tuhan saya. Saya berjanji nggak akan marah sama dia, semoga dia cepat sadar dan nggak ngelakuin ini lagi.

Ada-ada aja...

Tuesday, July 22, 2008


SOBER


It's been a while since I posted the last story. It took a while until I can get back to reality.

At the last post I was telling you about my mother who got lung cancer, wasn't I ?


She passed away at June 2nd, 2008 after 1 month hospitalised. I can tell you, it was the worst period in my life. My mother diagnosed for cancer in August last year, but then hospitalised because her condition was worsened. I tried to be strong in front of my mother and family in Bandung, even in front of my friends. I could manage sometimes, but in Jakarta I sometimes just bursted into tears.


After 1 month of struggling and praying, my mother passed away. I was ready, I know God has a plan and He decides the best for both my mother and my family, so I didn't cry much. But two weeks after that and so forth, it was unbearable. I cried almost every night, especially after my siblings gone to their own places in Bandung, Jakarta and Denpasar - Bali. I was alone in my Mother's house. Even after I got back in Jakarta, at the first week I still felt very depressed. I say 'depressed' because it was the condition - I couldn't do anything properly, I couldn't concentrate.


But thank God, God granted me with families and friends who always pray for me to God, so He give new strength to live every day. Now, it's better. I still miss my mother but it's not as sad as before. I can remember the great memories I shared with my mother without bursting into tears. Thank God. God blesses me so much. This experience also teach me a lot about counting my days and always ask God to give me wisdom, knowledge, courage, peace of mind and happiness to everything in God and for God. I really learn a lot from my mother too about love and to walk by faith everyday with God. Thank you, my dear mother...


I pray that you - who read this - will be blessed too.

Thursday, May 08, 2008



LEARN TO WALK WITH MY FATHER

Last year, I heard a very surprising news. My mother, 74 year old mother, was diagnosed with stadium III Lung cancer. It was like the sky fell down on me, I'm sure my siblings also felt the same way.

We prayed to God to heal my mother because - we feel - we still need her. Along with that - until now - we search for ways to cure my mother.

Not so long after that, I was called to work in Jakarta. It is my dream job, I become a teacher. With hard feeling, I received the job and leave my mother with the helper in Bandung. My sisters and a brother live nearby my mother's house, so I thought they would be able to take care of her. I go home every two weeks up to once a week, depends on lots of reasons.

Last week, my brother called me to go home to Bandung, because my mom - now almost 75 - was so weak. The reason was, she couldn't eat nor drink anything. We persuade her to check to a hospital. It turned up that her lungs were almost filled with water, because of the cancer. We need to put the plastic pipes to both sides of the lungs. After that, for days, I saw my mother in terrible pain. I felt so helpless, because I couldn't do anything. I only could try to comfort her by being by her side for 5 days...

I prayed for miracles. At least one miracle. Everyday as much as I could. On the 5th day, my mother had her CT-scan, I sang a spiritual song as a prayer to my mother's ear. She was put into the scanner bed. She painfully screaming. Then, inside , alone, she say a prayer... "God, my life is You, You will never leave me alone. I'm your child..." That was what I remembered. Not long after that, when she had the radiation, she felt 2 persons holding her right and left arms. Strongly. My mother thought they were us, her children. She opened her eyes, nobody was there, but she still felt the holding arms... A miracle did happen...

She told us the story. We were so happy. God listened to our prayer.

On the sixth day I had to go back to Jakarta, I had been asking for permission but I felt so bad to leave work too long because I'm still new there. I asked my siblings to give me a call as soon as they receive any news from the doctor.

On the seventh day, I called my brother because my siblings didn't call. I heard a good news. My mother is recovering, she's now can sit on the bed, although the plastic pipes still attached to the lungs. But there was also a bad news. My mother's cancer now begin to enter stadium IV. I was crying sadly... I don't understand... Miracles happen at the past - and also I believe, it still happens today. But, I asked, why didn't God heal my mother yet ?....

I try to say this to myself as a prayer to God, "God, let it be what you want it to be. Give us strength to receive the news. I don't understand Your decision, but please make us believe that everything happens under your permission. Miracles do happen, but Your decision is the best for my mother and us..."

Until now, it's still hard to believe. But, I keep my faith to God. I will let my Father guide us, make us strong while we continue our strive to find the cure for my mother. We might need to sell our property for that, but in every way, I believe that His plan will happen for our good. We will continue to walk with our Father...

If anyone happen to read this, please also pray for us in Indonesia. Our knowledge is limited, so is our finance. But Our God is unlimited, He will take care of us. But we still need your prayer and help...

May God bless you.....

Tuesday, April 15, 2008

tantangan


Kayak curhat ga ya kalo gw cerita2 pengalaman gw hari ini ?

Anyway, hari Selasa biasanya jadi hari terberat gw karena gw harus masuk dan ngajar di suatu kelas yang agak 'luar biasa'. Gw ngajar di kelas terakhir (2 jam sebelum pulang) dan karena paginya mereka ada kelas olahraga, biasanya mereka jadi nggak responsif atau gelisah pengen pulang. Kalo dah gitu, biasanya ribuut luar biasa. Kelasnya juga bergema, jadi semakin mendukung riuhnya suasana kelas.

Sudah beberapa bulan ini gw berusaha cari jalan untuk mengatasi masalah ini. Anyway, gw baru di sekolah ini (masuk bulan ke-4) dan masa adaptasi gw cukup sukses, kecuali masalah anak2 yang di kelas ini.

Hari ini gw masuk lagi, dan tadinya mau bahas ujian mereka selama 2 minggu lalu. Tapi hal itu kejadian lagi, dengan kelakuan yang sama - nggak respek sama sekali sama gw yang ngajar di kelas, dan selalu membandingkan dengan guru yang lama. Asyik aja dengan kegiatan sendiri.. Padahal, dah ga keitung gw ngasih masukan sama mereka mengenai beratnya beban yang harus mereka pikul di masa depan kalo mereka nggak bisa mengatur diri sendiri sejak dini..

Akhirnya ga nahan juga. Gw marah sekali. Akhirnya gw memilih untuk membicarakan masalah tingkah laku / attitude mereka. Masih juga nggak respek. Akhirnya gw meledak juga.. Salah juga ya... Aneh memang, karena gw sebenernya punya pengalaman ngajar 3 tahun sebelumnya di tempat lain. Tapi kok metode ngajar di tempat lama sama sekali nggak kepake di sini.


Kalo lo jadi gw, lo bakal gimana ?
Book Printing
Book Printing