
Minggu lalu, gw bicara di depan murid2 secondary di sekolah gw tentang doa. Tentang penantian, kesabaran, ketekunan dan kebebasan dalam berdoa. Ada juga hal2 lain, termasuk jawaban Tuhan tentang doa..
Biasanya kalo gw bicara atau ngebahas sesuatu ke orang lain, gw sendiri juga diuji. Kali ini juga, itu berlaku sama gw..
Iblis memang nggak pernah tinggal diam menggocoh orang yang ingin mendekat dan melakukan kehendakNya, juga terhadap gw yang memang banyak menggumulkan sesuatu dengan Tuhan melalui doa. Bertahun-tahun, banyak doa yang dijawab sesuai apa yang gw doakan, bahkan lebih dari yang gw harapkan. Tapi banyak juga yang dijawab lain, karena Tuhan menganggap ada yang lebih baik untuk gw.
Kali ini, pergumulan gw yang satu ini terasa mendekati titik akhir, tapi sepertinya lain dari yang gw harap.
Memang kadangkala, ketika berdoa, rasanya semua malah menjadi lebih buruk sebelum akhirnya Tuhan ubahkan menjadi hal yang amazing - yang kalo dipikir2 gaaaaaaa mungkin terjadi - or "kok gampang banget ya?" - padahal sebelumnya astagaaaa.. ngejelimet banget..
Nah, entah kenapa.. Tantangan yang gw hadapi selama bertahun2 ini ga selesai2 juga. Bener banget, ora et labora. Berdoa dan bekerja. Gw berdoa, tapi kalo nggak ada tindakan dan ketegasan dari gw - masalahnya akan terus berlanjut. Ini masalah yg gw diemin bertahun2, berharap masing2 akan berubah sehingga sesuai dengan rencana Allah. Tapi... rencana Allahkah ini ? Atau hanya rencanaku sendiri yang kupaksakan sama Allah ?
Kadang suka terlintas di pikiran gw.. Kenapa? Gw tau, kalo ujian kita lebih dari orang lain, itu tandanya kita dipersiapkan untuk sesuatu yang lebih dari orang lain.. Gw cuma ga ngerti... karena pikiran gw yang terbatas...
Kegagalan yang gw alami dalam kehidupan personal gw - membuat gw lebih kuat memang.. tapi melihat orang saling berbagi... bersama-sama menyelesaikan masalah.. kadang membuat gw iri. Heh, tiap orang punya masalahnya masing2.. kita ga liat aja...
Kapanpun kita bisa berdoa sama Tuhan, dan kita bisa mendoakan apapun. Tuhan bisa membuat yang mustahil menjadi mungkin untuk kita...
Itu yang gw percaya. Gw juga percaya, di saat kita merasa sendirian, tidak punya kekuatan dan harapan, di saat kita merasa patah arang, melihat kegelapan di depan, merasa bahwa kita sampai pada titik akhir kekuatan kita, pada saat2 PALING KRITIS sekalipun - di mana kita sampai nggak tau apa yang harus kita lakukan... Tuhan ada di sana - dia memegang tanganku, dia memeluk aku.. dia memberi pelukanNya yang hangat untukku. Menghiburku dengan gadaNya yang kuat..
... Itu yang gw percaya..
Ini saat yang kritis untuk gw.. Dia tahu siapa gw. Gw bukan orang yang tidak punya kesalahan, namun Dia selalu ada untuk gw.. Kekelaman di depan, dalam sisi personal gw, tidak membuat Tuhan jadi nggak ada... Akan ada sesuatu yang cerah di hidup gw..
Gw mau nangis nulis ini... Gw ga tau mau gimana lagi. Gw rasa gw udah ora et labora...
Tapi.. di batas akhir kekuatan gw.. Dia masih ada untuk gw... Gw masih berdoa untuk masalah ini, tapi gw sudah nggak mau ngotot lagi... Dia tau yang terbaik untuk gw...
Gw masih menanti mujizatNya.. gw masih percaya dia mampu menolong gw menyeberangi "laut Teberau" gw... "Firaun dan tentaranya" memang mengejar di belakang.. Tapi - gw yang ga tau harus melakukan apa ini - bertanya pada Tuhan gw... "Apa yang harus saya lakukan, ya Allah ?" Dia pasti menjawab... Walaupun sekarang ini gw harus bercucuran air mata... Seperti tahun2 sebelumnya... Tapi mujizat yang lebih besar lagi akan Dia sediakan...
Itu pasti.
Yang terbaik pasti akan datang.
............."apa yang harus saya lakukan, ya Allah?"
......."Angkat tongkatmu di atas laut...." dan laut pun terbelah...
Laut gw sedang terbelah, dan gw akan berjalan di tanah yang kering...
.....
cheers.
No comments:
Post a Comment