
I Petrus 3 : 13 - 17
13 "Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik ?
14Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
15 kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan ! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat
16dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat."
I Petrus 4 : 7 -8
"Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama : kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa."
Ini sebagian yang gue baca hari ini. Sebelumnya, gue ngalamin yang kebalikan dari ayat di atas itu. Setiap kali gue berniat berbuat baik, entah kenapa jadinya malah salah, yang terjadi malah kebalikannya. Padahal bukan itu niat gue. Bener-bener di hati dan otak gue, gue cuma pengen orang seneng… Akhirnya gue malah jadi bikin geger dan kena marah. Kapok…
Sudah itu gue langsung berpikir. Apa gue berhenti aja berusaha berbuat baik ? Rasanya tiap kali gue niat dan berusaha berbuat baik, gue akhirnya malah menyakiti orang lain. Dan sebagai ganjarannya, gue jadi kena marah lagi… dan lagi… dan lagi…
Padahal, gue pengen selalu melakukan yang terbaik. Tapi itulah… rasanya gue jadi semakin kacau. Jadi pengen nyepi. Ngejauh. Karena tiap kali gue deket sama seseorang, akhirnya gue malah jadi nyakitin hatinya dia.
Trus gue baca ayat yang di atas itu pagi ini. Padahal pas hati gue lagi panas-panasnya. Duuuh…. Kok susah banget sih Tuhan ? Gue pengen banget jadi contoh yang baik buat orang lain, tapi kenapa gue malah berubah jadi batu sandungan ? Tapi… gue kan udah berusaha… Cuma, mungkin gue selama ini belum maksimal…
Tiap kali kita sakit hati, dalam hati kita pengeen rasanya kita bikin dia rasain apa yang kita rasain. Pengen rasanya jelasin bahwa kita udah berusaha tapi apa boleh buat salah lagi. Ga niat untuk ngelakuin setengah-setengah. Iya nggak ? Gue juga gitu. Tapi gue tau itu salah. Apalagi kalo kita dianggap nggak berusaha…
Menguasai diri. Itu yang harus lebih gue pelajari saat ini. Gue nggak mau lagi berusaha dengan tenaga gue sendiri menjelaskan betapa pengennya gue berbuat baik tapi malah salah. Orang itu malah akan makin menganggap bahwa gue cuma mau ngebela diri. Ya sudahlah. Biarlah dia anggap gue yang salah total. Biar dia anggap gue nggak berusaha. Tapi Tuhan menilai kok usaha gue selama ini. Cuma gue perlu lebih maksimal lagi berusaha. Mungkin gue selama ini belum maksimal…
Trus gue inget. Yesus aja berbuat baik sama kita tapi kebanyakan orang - di Alkitab diceritain kan - kita anggap Dia sebagai biang keladi kekacauan dalam bangsa Yahudi, juga dalam hidup kita, tapi Dia nggak protes. Dia buktikan bahwa dengan hidupNya di dunia selama 33 tahun dan pengajaranNya selama 3 tahun, Dia sudah bisa memberi pengaruh buat generasi demi generasi.
Gue pengen hidup gue berdampak. Itu aja. Terserah Tuhan mau bentuk gue seperti apa. Gue berdoa aja supaya Tuhan kasih gue kekuatan untuk tahan dan lulus proses pembentukan itu. Gue pengen berserah total sama Tuhan Yesus. Suatu saat nanti, gue pasti bisa jadi lebih baik.
No comments:
Post a Comment